Buku: Analekta Telaah Sastra

Oleh : Roja Murtadho ( Yeni Sulistiyani)

Buku “Analekta Telaah Sastra” terselesaikan menjadi sehimpun tulisan yang mengupas karya-karya sastra Indonesia. Buku ini merupakan salah satu bentuk ekspresi dan imajinasi saya dalam memahami dan mengkaji karya sastra.

Dengan ekspresi dan imajinasi yang tertuang ini, saya berharap menjadi salah satu obat hati yang senantiasa terasah dengan renungan-renungan yang mendekatkan jiwa pada kesehatan berpikir dan mengasah kepekaan jiwa terhadap permasalahan di dunia.

Tulisan-tulisan yang terhimpun dalam buku ini sebagian besar merupakan tulisan-tulisan yang telah dipublikasikan dalam bentuk seminar dan pelbagai media cetak dan dalam jaringan (daring). Buku ini menampilkan telaah sastra yang mengkaji dan mengulas teks sastra baik puisi, kumpulan cerpen, makalah ilmiah, maupun ulasan tentang teks dan pementasan teater.

Kritik dan esai dalam analekta ini disajikan dengan dilengkapi adanya pendekatan-pendekatan ilmiah dalam kajian sastra beserta landasan teori sebagai alat kupasnya. Dengan pendekatan dan landasan teori yang ketat ini, diharapkan dapat digunakan sebagai pijakan-pijakan objektif sehingga tetap dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kesusastraan Indonesia hidup dan berkembang dalam masyarakat yang belum mempunyai tradisi baca yang baik. Dengan kata lain masyarakat kita belum merupakan masyarakat yang reading siciety. Maka, sebagai pembuka buku ini saya hadirkan telaah tentang renjana literasi Taufiq Ismail melalui puisi Kupu-Kupu di dalam Buku.

Telaah ini menjadi pembuka dengan harapan terciptanya kesadaran masyarakat agar melek huruf atau mengembangkan tradisi baca di sela-sela kesibukan diri dan di tempat-tempat apa pun karena ilmu pengetahuan diperoleh salah satunya melalui membaca. Melalui membaca pemahaman akan suatu ilmu akan bermetamorfosa menjadi sebuah pengetahuan baru dan kompleks.

Suatu teks dikatakan sebagai karya sastra, apabila mampu memberikan kepada pembacanya suatu pemahaman baru dan mendalam tentang keanekaragaman kehidupan manuisa. Sastra merupakan bagian integral suatu masyarakat tertentu. Seluruh persoalan masyarakat yang dibicarakan dalam teks sastra tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan, ideologi, pendidikan, bahkan psikologi yang melatarbelakangi. Sehingga, menjadi sebuah keniscayaan apabila sebuah telaah sastra melibatkan secara intensif berbagai pendekatan yang bersentuhan dengan banyak aspek kehidupan manusia.

Teks sastra tidak cukup dilihat dari didapatkannya jouissance yaitu kenikmatan tekstual yang muncul akibat keindahan bahasa, ketakdugaan metafora dan imaji yang disediakan teks sastra belaka, namun juga dipikat oleh adanya konteks atau sesuatu yang ada di luar teks sastra.

Karya sastra dikaji atau ditelaah demi kepentingan menyingkap bekerjanya kontestasi kuasa dalam setiap praktik penandaan. Hadirnya telaah ini diharapkan mampu memberikan kabar gembira bagi pegiat sastra tentang berartinya sebuah karya. Tak ada karya yang tak bermakna, dan tak ada karya yang tak patut untuk diberikan apresiasi positif demi kebaikan dan kemajuan karya-karya yang dikaryakan selanjutnya, bukan semata penghakiman negatif sehingga melemahkan perjuangan berkarya.

Setiap karya memberi sumbangan ke arah keutuhan kehidupan sehingga patut diketahui oleh orang yang bergerak di dalamnya khususnya orang yang memerlukannya, yaitu pembaca yang bersungguh-sungguh. Namun, saya menyadari tak ada sebuah karya yang sempurna karena kesempurnaan karya hanyalah milik Allah SWT sebagaimana isi buku ini masih terdapat kelemahan di sana-sini.

Terima kasih atas dukungan dari semua pihak terutama para penulis yang karya-karyanya saya telaah inilah inspirasi tercipta. Mereka adalah sumber inspirasi penulisan analekta ini. Keluarbiasaan merekalah imajinasi dan inspirasi mengalir dan mengurat nadi ke dalam kumpulan tulisan ini.
Akhirnya, selamat membaca!


Lampung, 23 September 2018